Sabtu, 10 Januari 2009

SPESIFIKASI DAN KEUNIKAN BAHASA ARAB

KHAIRUL ANAM HS, S.Pd.I

A. Spesifikasi Bahasa Arab
Ketika bahasa Arab berkembang dan menyebar ke seluruh semenanjung Arab bahkan telah mencapai daerah Asia Tengah dan Eropa serta Afrika Utara, maka makin menyebar pula penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi pemerintahan Islam waktu itu[1]. Dialek-dialek bahasa Arab pun semakin beragam karena luasnya wilayah kekuasaan Islam dan adanya persinggungan dengan bahasa setempat demikian juga bersinggungan dengan bahasa bangsa yang berdekatan dengan bangsa Arab[2].
Seperti dengan bahasa Eropa lain, banyak kata-kata Inggris diserap dari bahasa Arab, selalunya melalui bahasa Eropa lainnya, terutamanya Spanyol dan Italia, di kalangan mereka kosa kata setiap hari seperti "gula" (sukkar), "kapas" (qutn) atau "majalah" (makhzen). Kata paling dikenali seperti "algebra", "alkohol" dan "zenith"[3].
Pengaruh bahasa Arab telah menjadi paling berpengaruh pada negara yang dikuasai oleh Islam atau kuasa Islam. Bahasa Arab adalah sumber kosa kata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa Berber, Kurdi, Parsi, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu, dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di negara di mana bahasa ini adalah dituturkan[4]. Contohnya perkataan Arab untuk buku /kita:b/ digunakan dalam semua bahasa yang disenaraikan, selain dari Melayu dan Indonesia (dimana ia spesifiknya bermaksud "buku agama").
Bahasa Arab seperti bahasa apapun lainnya dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Menurut Thu’aimah, secara horisontal, bahasa Arab dibagi menjadi tiga, yakni :
1. Bahasa Arab Klasik
Bahasa Arab klasik dikenal dengan bahasa Al-Qur’an dan bahasa kitab-kirab klasik. Varietas ini sama dengan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di zaman Rasulullah[5].
Bahasa Arab klasik telah dipergunakan di jazirah Arabia untuk kurun waktu sedikitnya 2000 tahun. Bahasa Arab Klasik adalah bahasa formal yang dipergunakan di kawasan Hejaz sekitar 1500 tahun yang lalu. Catatan tertulis yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Arab klasik sampai saat ini masih terdapat, termasuk di dalamnya syair-syair Arab yang amat terkenal pada masa pra islam (600 AD). Al-Quran pun diturunkan dalam bahasa Arab klasik tersebut, hal yang menjadi alasan utama mengapa bahasa ini dapat menjaga keasliannya sepanjang abad .Bangsa Arab menyadari betul bahwa bahasa Arab klasik ini merupakan bagian penting dari kebudayaan mereka. Sepanjang sejarah Islam bahasa Arab Klasik ini merupakan bahasa resmi negara, yang dipergunakan di dunia peradilan tinggi, birokrasi dan pendidikan. Kesusasteraan Arab pun tertuang sebagian besar dalam bahasa Arab klasik (fasih). Dan penguasaan bahasa Arab klasik dan penyampainnya dalam bentuk tulisan dan percakapan akan selalu mengundang penghormatan dan rasa kagum[6].
Bahasa Arab klasik mana telah bertahan untuk kurun waktu lebih dari 1400 tahun, dan menyebar diseluruh kawasan, begitu juga di pergunakan oleh bangsa bangsa yang berbeda .Apakah gerangan yang menjadi soko guru yang menjaga keaslian bahasa ini dari bahasa bahasa lain?. Berikut beberapa alasan bahasa Arab mampu menjaga eksistensinya[7] :
a). Keberadaan Kitab suci Al-quran sebagai model tertulis daripada klasik Arabic. Dimana Al-Quran selalu di baca, di perdengarkan, dianalisa dan dipelajari setiap saat oleh ummat islam diseluruh dunia sepanjang abad
b). Kekokohan daripada kaidah kaidah bahasa yang ada dalam klasik Arabic, disamping selalu adanya usaha usaha untuk mempelajari dan menguasai dengan baik kaidah kaidah tersebut, merupakan salah satu faktor daripada kelestarian bahasa Arab klasik tersebut sampai saat ini

2. Bahasa Arab Standard Modern (MSA)
Bahasa Arab Standard Modern (MSA), sebagaimana namanya menunjukkan, bahasa ini merupakan counterpart yang setara dengan bahasa klasik Arab tersebut diatas, dan merupakan bahasa resmi dari 22 negara Arab, baik untuk percakapan maupun tulisan. Perbedaan yang utama antara MSA dan Klasikal Arab hanya terletak pada perkembangan perbendaharaan kata, dimana dalam bahas Arab modern perbendaharaan kata mengiringi perkembangan jaman, sedang pada klasik Arab mengacu pada adat kebiasaan lama. Setiap orang Arab yang melakukan komunikasi dengan orang Arab dari daerah lain selalu menggunakan bahasa ini. Orang-orang terpelajar pun selalu lebih banyak memakainya[8].
Bahasa Arab Standard Modern yang sangat luas digunakan ini mencakup istilah berbagai variasi bahasa Arab, baik berbentuk ucapan maupun tulisan seperti dalam dunia pendidikan, media massa (termasuk surat kabar, radio, televisi dan internet), kuliah umum, pengumuman dan periklanan. Jadi bahasa Arab standar moderen adalah bahasa Arab klasik yang dibumbui dengan elemen-elemen modern[9].
Bahasa Arab modern (MSA) , telah mendapatkan status yang amat tinggi bagi bangsa Arab, karena bahasa ini sangat mirip dengan bahasa Arab klasik tersebut diatas. Dan oleh sebab itu penggunaan bahasa ini merupakan ciri ketinggian budaya dan pendidikan. Kemahiran bertutur kata dalam bahasa Arab modern (MSA) ini merupakan ciri kecendekiawanan seseorang. dan yang terpenting adalah bahwa bahasa Arab modern ini telah menjadi satu satunya alat pemersatu bangsa bangsa Arab di dunia Arab[10].

3. Bahasa Arab Dialek (Ammiyah)
Varietas bahasa Arab ini adalah bahasa dialek daerah setempat. Bahasa inilah yang diperoleh setiap dalam komunitas Arab sejak masa kana-kanak, dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh setiap orang, baik terpelajar maupun yang buta huruf[11].
Bahasa Arab Dialek atau "Al-'Arabiyyah Al-'Ammiyah" adalah bahasa Arab yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia Arab, dan amat berbeda dengan Bahasa Arab tulisan. Perbedaan dialek paling utama ialah antara Afrika Utara (Magribi) dan bagian Timur Tengah (Hijaz). Faktor yang menyebabkan perbedaan dialek bahasa Arab ialah pengaruh substrat (bahasa yang digunakan sebelum bahasa Arab datang). Seperti misalnya pada kata yakūn (artinya "itu"), di Irak disebut aku, di Palestina fih, dan di Magribi disebut kayən[12].
Daftar dialek utama di Arab adalah sebagai berikut:
Dialek Mesir مصري : Dipakai oleh sekitar 76 juta rakyat Mesir.
Dialek Maghribi مغربي : Dipakai oleh sekitar 20 juta rakyat Afrika Utara.
Dialek Levantine : Disebut juga Dialek Syam. Dipakai di Syria, Palestina, Lebanon dan Gereja Maronit Siprus.
Dialek Iraq عراقي : Mempunyai perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan selatan Iraq
Dialek Arab Timur بحريني : Dipakai di Oman, di Arab Saudi dan di Irak bagian Barat.
Dialek Teluk خليجي : Dipakai di daerah Teluk, yaitu di Qatar, Unu Emirat Arab dan Saudi Arabia.
Sementara beberapa dialek lainnya adalah:
Hassānīya حساني : Dipakai di Mauritania dan Sahara Barat
Dialek Sudan سوداني : Dipakai di Sudan dan Chad
Dialek Hijazi حجازي : Dipakai di daerah barat dan utara Arab Saudi dan timur Yordania
Dialek Najd نجدي : Dipakai di Najd, Arab Saudi
Dialek Yamani يمني : Dipakai di Yaman
Dialek Andalus أندلسي : Dipakai di Andalus sampai abad ke-17
Dialek Sisilia سقلي : Dipakai di Sisilia
Di samping perbedaan antara satu dialek dengan yang lainnya juga dikenal perbedaan istilah atau juga berbeda dalam memilih kata-kata untuk satu hal yang sama. Di bawah ini akan diperhatikan beberapa contoh perbedaan dialek antara penduduk negeri Arab yang berbeda maupun antara daerah yang satu dengan yang lainnya dalam satu negeri[13].

a. Kata burung dalam :
Bahasa Arab Klasik
Thaair
طائر
Bahasa Arab Standar Modern
Thaair
طائر
Dialek Mekkah
Theer
طير


b. Kata hujan dalam :
Bahasa Arab Klasik
Mathar
مطر
Bahasa Arab Standar Modern
Mathar
مطر
Dialek Mekkah
Mathar
مطر
Dialek Bagdad
Muthar
مَطر


c. Kata air dalam :
Bahasa Arab Klasik
Maa'
ماء
Bahasa Arab Standar Modern
Maa'
ماء
Dialek Mekkah
Mooya
مويا
Dialek Baghdad
Maay
ماي

Lain halnya dengan Wajiz Anwar dalam artikelnya Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, membagi bahasa Arab juga dengan empat jenis, yakni[14] :
1) . Bahasa Arab Purba (kuno), yaitu bahasa Arab Pra-Islam yang digunakan sebagai bahasa Al-Qur’an
2) Bahasa Arab Islam, yaitu bahasa Arab yang digunakan ummat Islam dari berbagai bangsa semasa kejayaan Islam yang tehimpun dalam berbagai karya sastra dan ilmu pengetahuan, termasuk kitab-kitab keagamaan.
3) Bahasa Arab ‘Ammiyah, yaitu bahasa yang dipergunakan dalam percakapan sehari-hari rakyat Arab masa kini; dan
4) Bahasa Arab Baru, yaitu bahasa Arab yang dipakai dalam surat menyurat, koran, majalah buku dan dalam pertemuan-pertemuan ilmiyah dan politik regional (Arab) dan Internasional.

B. KEUNIKAN DAN KEISTIMEWAAN BAHASA ARAB
Bahasa Arab adalah bahasa yang masyhur dengan keunikannya, ungkapan ayat yang mudah difahami dan mempunyai kaedah yang tepat dalam sebarang permasalahan bahasa. Sistem fonologi, sintaksis, morfologi dan lain-lain yang berkaitan dengan sistem bahasa dalam bahasa Arab mempunyai keistimewaan yang tidak terdapat dalam bahasa-bahasa lain. Antara lain keistimewaan tersebut ialah[15]:

1. Bahasa Arab Adalah Bahasa yang Kaya Dengan Kosa Kata
Kosa kata dalam bahasa Arab merangkumi semua bidang dan lapangan. Ia dapat diperhatikan berdasarkan kepada perkataan-perkataan yang disenaraikan dalam kamus kamus Arab. Dalam bahasa Arab, pembentukan satu perkataan saja boleh menunjukkan kepada beberapa makna. Contohnya perkataan ‘ain yang memberi makna kepada mata penglihatan, mata air, sebuah negeri, sebuah tempat, ketua kaum, ketua tentara, bermakna diri, bayaran sekaligus secara tunai, sejenis mata uang, pengintip dan huruf ‘ain. Bahkan terdapat perkataan-perkataan yang digunakan lebih daripada satu atau dua perkataan untuk menggambarkan kepada satu makna atau makna yang hampir. Istilah-istilah yang merujuk kepada makna unta, kuda, kurma, pedang, kambing, biri-biri, kibas dan lain-lain diungkapkan dengan beberapa perkataan yang memberi makna hampir sama[16]. Contohnya, perkataan-perkataan yang hanya menunjukkan kepada makna kepelbagaian kategori kuda diungkapkan dengan beberapa perkataan seperti berikut[17]:
Perkataan Makna
Khail (خيل ) sekumpulan kuda
Faras (فرس ) seekor kuda (jantan atau betina)
Hison (حصان ) kuda jantan
Hajr ( حجر) kuda betina
Mahr ( مهر) anak kuda jantan
Mahrah ( مهرة) anak kuda betina
Filw ( فلو) anak kuda jantan yang baru lepas daripada menyusu ibu
Haikal (هيكل) kuda yang besar dan bertubuh tegap
Matham (مطهم) kuda yang sempurna dan baik

2. Bahasa Arab Mempunyai Kaedah Analisis Struktur Ayat (i’rab) yang Sempurna
Analisis ini digambarkan dalam bentuk perubahan baris-baris akhir perkataan hasil daripada perubahan struktur frasa atau fungsi perkataan itu sendiri. Perubahan perubahan i’rab ini akan memberikan kesan kepada perubahan maksud perkataan dalam sesuatu susunan ayat. Analisis bahasa dan perubahan struktur frasa ini tidak terdapat dalam mana-mana bahasa di dunia[18]. Contohnya perkataan “Muhammad” seperti dalam struktur frasa tertentu boleh dibaca dengan Muhammadun, Muhammadan dan Muhammadin kerana berada dalam struktur dan pola ayat yang berbeda kedudukannya seperti dalam ayat ini:

جاء مهمدٌ : Muhammad telah datang
رأيت محمداً : Saya melihat Muhammad
مررت بمحمدٍ: Saya melalui Muhammad

Perkataan Muhammad dalam struktur frasa pertama dibaca Muhammadun dengan berbaris hadapan apabila perkataan ini berada dalam pola ayat nominatif (marfu’). Dalam struktur frasa kedua pula perkataan ini dibaca Muhammadan apabila berada dalam struktur frasa akusatif (mansub) dan dalam struktur frasa ketiga dibaca Muhammadin apabila berada dalam pola ayat genitif (majrur)[19]. Begitu juga dengan penggunaan kata nama yang berlainan jender seperti kata nama maskulin (muzakkar) dan feminin (muannath) serta penggunaan kata nama tunggal (mufrad), duaan (muthanna) dan ramai (jam’) dalam sesuatu struktur frasa boleh membawa kepada perubahan tanda bacaan, pembentukan kata dan sistem i’rabnya. Contohnya seperti dalam ayat ini:

التلميذ يذهب إلى المدرسة - Pelajar (lelaki) itu pergi ke sekolah
التلميذة تذهب إلى المدرسةِ – Pelajar (perempuan) itu pergi ke sekolah
التلميذان يذهبان إلى المدرسةِ – Dua orang pelajar (lelaki) itu pergi ke sekolah
التلميذتان تذهبان إلى المدرسةِ – Dua orang pelajar (perempuan) itu pergi ke sekolah
التلاميذ يذهبون إلى المدرسةِ – Pelajar-pelajar (lelaki) itu pergi ke sekolah
التلميذات يذهبن إلى المدرسةِ – Pelajar-pelajar (perempuan) itu pergi ke sekolah

Kalau diperhatikan kepada enam struktur frasa di atas, artinya adalah sama yaitu membawa maksud “pelajar itu pergi ke sekolah”. Cuma disebabkan bilangan pelajar dan jenis yang berbeda antara struktur frasa tersebut menyebabkan berlaku beberapa perubahan dari sudut pembentukan kata, baris, tanda i’rab pada perkataan “pelajar” (mengikut bilangan dan jenis) dan kata kerja “pergi” sebagaimana dalam struktur frasa tersebut. Sedangkan dalam bahasa Melayu dan beberapa bahasa lain, kedua perkataan itu tidak mengalami apa-apa perubahan. Sementara kata kerja yang digunakan juga akan mengalami perubahan sekiranya berlaku perbedaan masa kala lampau (madhi), kala kini atau kala depan (mudhari’) dan imperatif (amr) dalam mana-mana struktur frasa. Contohnya seperti perkataan zahaba ذهب yang berarti “pergi” dalam situasi tersebut berbeda pembentukan kata, baris dan struktur i'rabnya antara satu dengan yang lain. Contohnya seperti berikut :

ذهب الولدُ إلى المدرسةِ - Budak itu (telah) pergi ke sekolah
يذهب الولد إلى المدرسة - Budak itu (sedang) pergi ke sekolah
إذهب إلى الدرسة - Pergi (lah kamu) ke sekolah.

3. Bahasa Arab Mempunyai Sistem Morfologi yang Unik
Bentuk-bentuk perkataan Arab sama ada dalam kata nama atau kata kerja akan berubah berdasarkan kepada satu sistem yang lengkap mengikut keadaan struktur frasa. Perubahan bentuk ini akan membawa kepada perubahan dari segi makna perkataan tersebut. Contohnya perkataan Arab mengandung perubahan atau isytiqaq yaitu perpecahan dan pembentukan perkataan pecahan atau sampingan dari satu kata dasar. Kata dasar kataba كتب boleh dipecahkan kepada beberapa variasi perkataan lain seperti katibun, maktuban, kitabatan, maktabatun[20]:
كاتب – مكتوب – كتاب - مكتب
dan lain-lain. Sistem ini telah digunakan oleh kebanyakan kamus Arab dalam pencarian makna perkataan yang mana setiap perkataan perlu dirujuk kepada asalnya terlebih dahulu sebelum dapat mencari perkataan dan makna yang dikehendaki. Dengan itu kebanyakan daripada kata nama atau kata kerja akan disusuli dengan imbuhan-imbuhan tertentu seperti ada imbuhan satu huruf, dua huruf atau tiga huruf (mazid biharf, biharfaini atau bi tsalathati ahruf) yang akan memberikan perubahan pada makna perkataan. Contohnya imbuhan alif, ta’ dan sin pada perkataan asal ghafara غفرbermakna ampun akan menjadi istaghfara إستغفر(penambahan alif, ta’ dan sin) yang membawa kepada makna “minta ampun” kerana imbuhan tersebut (alif, ta’ dan sin) telah memberikan satu fonem yang mempunyai makna[21].


4. Bahasa Arab Adalah Bahasa Berdaya Tahan dan Ringkas (ijaz)
Kekuatan ini membolehkan bahasa Arab bertahan menghadapi segala halangan dan cibiran dan terus kekal hingga ke hari ini. Bahasa Arab banyak menggunakan ayat yang ringkas dan tepat dalam menunjukkan kepada sesuatu maksud. Ia boleh dilakukan dengan pelbagai cara dan teknik tertentu seperti membuang (hazf ) beberapa perkataan dalam ayat-ayat tertentu tanpa mengubah maksud yang ingin disampaikan[22]. Contohnya menghilangkan (hazf ) perkataan sandaran (mudhaf ) yaitu ahli dan mengekalkan mudhaf ‘alaih seperti dalam Allah S.W.T[23]:
وسئل القرية التي كنا

Terjemahannya: dan bertanyalah kepada penduduk negeri (Mesir) yang kami telah tinggal padanya.
Dalam ayat ini, perkataan penduduk (ahli) dibuang dan dikekalkan perkataan kampung (qaryah). Walau bagaimanapun, makna ayat tetap membawa makna penduduk kampung atau dalam teks asalnya ahla al-Qaryah. Dalam al-Quran dan al- Hadith juga banyak mengandungi gaya bahasa perumpamaan dan perbandingan yang menjelaskan maksud ayat yang panjang hanya dengan menggunakan satu atau dua perkataan saja. Salah satu contoh yang boleh dikemukakan di sini ialah perumpamaan orang-orang Yahudi dengan keledai dalam al-Quran QS. Al-Jumhur ayat 5 [24]:

Sebenarnya apa yang ingin diceritakan dalam ayat ini adalah satu pesan yang begitu panjang sekali yaitu keadaan orang-orang Yahudi yang sentiasa membaca dan berbangga dengan kitab Taurat, tetapi disebabkan kedengkian dan kedunguan menyebabkan mereka tidak mengakui Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Rasul terakhir kepada umat manusia walaupun kitab Taurat menceritakannya satu persatu tentang Muhammad yang akan diutuskan oleh Allah.16 Melalui ayat yang menyamakan orang orang Yahudi dengan keledai ini telah dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang sifat mereka tanpa perlu kita mengenali secara langsung dengan mereka[25].

5. Bahasa Arab Mempunyai Ungkapan yang Halus dan Teliti
Bahasa Arab mempunyai perkataan yang dapat memberikan makna yang paling tepat. Ketepatan perkataan ini memberikan maksud yang amat hampir dengan realitas semasa berlaku. Perkataan-perkataan ini sukar untuk diungkapkan dengan menggunakan bahasa-bahasa lain[26]. Contohnya nama-nama masa sepanjang hari seperti perkataan perkataan
berikut[27]:
Perkataan Makna
Dazur درور Waktu mula-mula timbul matahari di waktu pagi
Buzugh بزوغ Waktu mula timbul matahari selepas waktu dazur
Dhuha ضُحى Waktu mula terasa bahang panas matahari
Ghazalah غزالة Waktu matahari mula naik selepas waktu dhuha
Hajirah حاجرة Waktu tengah hari yang mula terasa kepanasan
Dzuhr ظهر Waktu tengah hari matahari mulai naik menegak
Zawal زوال Waktu matahari berada tegak di atas kepala
‘Asr عصر Waktu siang mula berakhir matahari kemerah-merahan
Asil عصيل Waktu matahari mulai condong ke arah barat
Sabub صبوب Waktu matahari semakin menghilang
Ghurub غروب Waktu matahari mula terbenam
Khadur خدور Waktu matahari hilang dari pandangan atau gelap.
Satu lagi contoh keunikan bahasa Arab dalam menggambarkan makna perkataan ialah tentang suara-suara hewan yang diungkapkan satu persatu dengan istilah yang khusus bagi setiap bentuk suara[28]:
Perkataan Maksud
Sahil صهيل Suara kebiasaan kuda mendempik
Hamhamah حمحمة Suara kuda mendengus
Syahij شحيج Suara baghal
Rugha’ رغاء Suara kebiasaan unta
Hanin حنين Suara unta memanggil anaknya
Anin أنين Suara unta menahan bebanan yang dibawa
Hadir هدير Suara unta bernafas (bunyi nafas keluar masuk)
Sorif صريف Suara geseran gigi unta
Khuar حوار Suara lembu
Ma’ma’ah مأمأة Suara kambing mengembek
Yuar يعار Suara kibas mengembek
Thugha’ ثغاء Suara biri-biri mengembek
Za’ir زئير Suara singa mengaum
Zamjarah زمجرة Suara singa mendengus secara berulang-ulang kali
Tazamjar تزمجر Suara harimau mengaum
Kharkhawah خرخوة Suara harimau mendengkur ketika tidur
‘Uwa’ عواء Suara serigala menyalak memanjang
Nahim نحيم Suara harimau kumbang
Quba’ قباء Suara khinzir (babi)
Nubah نباح Suara anjing menyalak
Muwa’ مواء Suara kucing mengiau
Kharkharah خرخرة Suara kucing mendengkur ketika tidur
Ghas غسٌ Suara kucing mengerang karena sakit
Nahiq نهيق Suara keldai
Bugham بعام Suara kijang
Nazab نزاب Suara khusus bagi kijang jantan sahaja
‘Irar عرار Suara burung unta jantan
Zimar زمار Suara burung unta betina
Fahih فحير Suara dhab sahaja
Kasyissy كشيش Suara biawak
Karkarah كركرة Suara ayam (jantan atau betina)
Sada صدى Suara burung hantu
Dandanah دندنة Suara lebah.
Ternyata daripada istilah-istilah tersebut tampak jelas bahwa bahasa Arab adalah satu bahasa yang mementingkan kehalusan dan ketepatan dalam memberi sesuatu maksud yang dikehendaki. Kebanyakan bentuk suara hewan ini tidak akan dapat diungkap dengan baik jika menggunakan bahasa lain.

III. PENUTUP
Berdasarkan kepada beberapa aspek yang telah dijelaskan, ternyata bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang mempunyai elemen-elemen yang amat unik dan istimewa. Bahasa ini adalah bahasa ilmu, peradaban, ketamadunan dan keintelektualan sejak dari dulu hingga kini. Tidak heranlahh Allah S.W.T. telah meletakkannya pada maqam tertinggi sebagai bahasa al-Quran. Keunikan dan keistimewaan yang dibincangkan dalam makalah ini hanyalah sebahagian kecil yang sempat dibincangkan. Masih banyak aspek keunikan dan keistimewaan lain yang boleh dipaparkan kepada umum melalui kesempatan yang lain.
Pengkajian dan penyelidikan terhadap bahasa ini juga masih perlu dilakukan bagi membongkar lebih banyak lagi ciri-ciri keistimewaannya. Keutuhan gaya bahasa al- Quran tidak dapat dicabar oleh mana-mana pihak hingga dapat memperkuat kedudukannya sebagai bahasa yang eksklusif dan berprestise tinggi. Keunggulan ini telah menepati rasional pemilihannya sebagai bahasa al-Quran, bahasa wahyu dan bahasa ahli syurga.

End note :
[1] Faktor yang mempermudah penyebaran bahasa antara lain : 1. Faktor sejarah, yaitu penyebaran melalui peperangan, penaklukan dan pendudukan. 2. Faktor penguguk, jumlah penduduk suatu bangsa akan mempengaruhi penyebaran bahasanya secara nyata. 3. Faktor geografis, posisis geografis suatu bangsa yang sangat strategis akan membantu mempermudah penyebaran bahasanya, atau karena bangsa tersebut mendiami di berbagai belahan dunia ini seperti bahasa Inggris. Faktor ekonomi, keunggulan bangsa Eropa dapat memaksa bangsa lain untuk mempelajari bahasanya. 5. Faktor politik, tekanan politik dapat mempengaruhi dalam penggunaan bahasa komunikasi antara pihak yang terlibat dalam pembicaraan politik. 6. Faktor agama, banyak umat Islam di penjuru dunia ingin mempelajari bahasa Arab karena dorongan agama yang dianutnya. 7. faktor peradaban, biasanya peradaban yang lebih maju mempengaruhi peradaban yang lebih rendah termasuk penggunaan bahasa.
[2] Sabah El-Ghazzawi, The Arabic Language, (Washington D.C; Center for Contemporary Arab Studies: 1992) h. 2
[3] Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab, diakses pada tanggal 4 Mei 2008
[4] Lihat http://www.arabacademy.com/cgi-bin/library_courses/faq_i.htm, diakses pada tanggal 4 Mei 2008
[5] Lihat http://www.arabacademy.com/cgi-bin/library_courses/arabclassic/faq_i.htm#11, diakses pada tanggal 4 Mei 2008
[6] Lihat http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Arab_Baku&action=edit&redlink=1, diakses pada tanggal 6 Mei 2008
[7] Lihat http://kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Detail&sid=162, diakses pada tanggal 6 Mei 2008
[8] Lihat Sabah El-Ghazzawi, op. cit, h. 3
[9] Ali Abdul Wahid Al- Waafie, 'Ilm Lughah, (Cet. I, Fijaalah; Maktabah Nahdlah : 1972), h. 170
[10] Muhammad Lutfi, "Kedudukan Bahasa Dewasa Ini Dalam Percaturan Internasional" [makalah] disampaikan pada kegiatan International Seminar Enhancing the Levelof Arabic and its role in Dealing with the Challenge of Globalization di Hotel Kenari Makassar pada tanggal 8 Agustus 2005, h. 2
[11] Azhar Arsyad, op. Cit, h. 3
[12] http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab, diakses pada tanggal 4 Mei 2008
[13] Muhammad Lutfi, op. Cit. h. 3
[14] Lihat Wajiz Anwar, Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, Buletin Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Nomor 4, (Yogyakarta ; Fak. Sastra UGM : 1971), h. 16
[15] Azhar bin Muhammad, Beberapa Aspek dan Keunikan Bahasa Arab, [artikel] didownload dari situs http://www.eprints.utm.my/1827/1/JTJUN42E5.pdf pada tanggal 4 Mei 2008
[16] Lihat Quraish Shihab, Mu'jizat Al-Qur'an, Cet. XIII, (Bandung ; Mizan : 2003), h. 95-96
[17] Azhar bin Muhammad, op. Cit, h. 5
[18] Quraish Shihab, op. Cit, h. 98
[19] Dalam nahwu bahasa Arab bab ini adalah perkara asas dalam i’rab kata nama yang terdiri daripada tiga hukum utama bagi isim yaitu raf ‘u, nasb dan jarr, sementara bagi kata kerja atau fi ‘il terbagi kepada raf ‘u, nasb dan jazm.

[20] Dalam ilmu sarf bahasa Arab, beberapa variasi kata lagi dapat dibentuk daripada kat-kata ini, dalam hal ini pemakalah cuma mengemukakan empat varietas kata sebagai contoh saja.
[21] Ahmad Thib Raya, Urgensi Penguasaan Kaidah-Kaidah Bahasa Arab dalam meng'instimbat Hukum, [makalah] disampaikan Kuliah Umum dalam rangka Pembukaan Kuliah Semester Ganjil Fakultas Syariah IAIN Alauddin pada hari/tanggal Selasa 1 September 1998, h. 6-7
[22] Ahmad Thib Raya, op. Cit, h. 8
[23] Surah Yusuf ayat 82. Dalam pengajian ilmu retorik Arab atau al-Balaghah, gaya bahasa ini termasuk dalam bab al-Majaz al-Mursal yang membawa kepada ‘alaqat makaniyyah.
[24] Ahli-ahli al-Balaghah Arab banyak berpendapat bahwa tentang ayat ini tergolong dalam bab al-Tamthil. Titik persamaan (wajh al-Syabah) yang terdapat dalam tamthil ini menceritakan bagaimana sifat-sifat yang terdapat pada keldai dapat disamakan dengan perangai orang-orang Yahudi.

[25] Quraish Shihab, op. Cit, h. 123
[26] Ibrahim Muhammad Naja, Fiqh al-Lughah al-Arabiyyah. Kaherah, ( Kairo; Dar al-’Ahdi al-Hadid : 1975), h. 191
[27] Azhar bin Muhammad, op. Cit, . h. 8
[28] Ibid, h. 9-10

Daftar Pustaka :
Ali Abdul Wahid Al- Waafie, 'Ilm Lughah, Cet. I, Fijaalah; Maktabah Nahdlah : 1972

Aliuddin Mahjuddin, Bahasa Arab dan Peranannya dalam Sejarah (Terjemahan dari The Arabic Language and Its Role in History, Jakarta; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : 1996

Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode pengajaran, Beberapa Pokok Pikiran, Yogyakarta; Pustaka Pelajar : 2003

Hasyim Asy'ari, Bahasa Arab dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Jurnal NADI, Edisi September; Malang : 1999

Ibrahim Muhammad Naja, Fiqh al-Lughah al-Arabiyyah. Kaherah, Kairo; Dar al-’Ahdi al-Hadid : 1975

Sabah El-Ghazzawi, The Arabic Language, Washington D.C; Center for Contemporary Arab Studies: 1992

Wajiz Anwar, Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia, Buletin Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Nomor 4, Yogyakarta ; Fak. Sastra UGM : 1971

Quraish Shihab, Mu'jizat Al-Qur'an, Cet. XIII, Bandung ; Mizan : 2003

2 komentar:

  1. kalo ana menyikapi hidup boss... dengan ilmu hakikat (maaf), yang ada di bumi ini semua ada kurangya dan ada lebihnya karena semuanya saling berhubungan dan membutuhkan, dimana kita berpijak di sanalah ilmu yang hanya kita peroleh/ketahui... selebihnya jika kita lebih bayak mengetahui banyak hal maka tak ada bedanya kesemuanya itu, kita ambil contoh: tangan kita /telapak tangan, apa-apa yang ada di sebagian kecil di tubuh kita kesemuanya itu baik dan mempunyai tugas masing-masing, kata lebih bijak kita tigak boleh mengangkat satu sisi mengabaikan sisi yang lainya....[ ? ]

    BalasHapus
  2. Bro Khairul Anam, apa keistimewaan bahasa Indonesia ? ke-istimewa-an bahasa Jawa ? sewajarnya pasti bro Khairul Anam tahu keistimewaan bhs Ind & bhs Jawa, karena tentang bhsa Arab saja sangat tahu :)

    BalasHapus